Kiat Menulis Essay (Esay) Yang Baik Dan Benar


Membuat essay yaitu hal yang gotong royong tidak sulit. Hal yang menciptakan sulit menulis essay yaitu alasannya kita jarang menulis apapun, jarang memikirkan sesuatu sehingga inspirasi tidak mengalir dan jarang membaca sehingga otak tidak terpacu.


Jika anda kesulitas dalam menulis essay hal pertama yang haru anda lakukan yaitu merutinkan untuk menulis, menulis apa saja, banyak membaca khususnya essay-essay dari penulis terkenal. Dan tentunya anda harus tahu sistematika penulisan essay

Anda sedang mencari bagaimana pola dan cara menulis essay yang baik dan benar? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menulis essay? Sistematika menulis essay? Apa saja yang jangan dilakukan? Simak artikel kami untuk tahu lebih lanjut berikut ini.

Cara Menulis Essay (Esai) – Pengertian


Esai berasal dari kata “Essay” yang dalam bahasa Perancis artinya mencoba, berusaha, berupaya (a try or attempt). Dalam bahasa inggris essay artinya karangan sastra, atau scrip. Secara istilah pengertian esai menjadi sangat beragam, namun pada dasarnya esai merupakan perjuangan atau upaya yang dilakukan untuk sanggup mengkomunikasikan bermacam-macam informasi, opini publik atau pengejawantahan dari aneka macam perasaan yang disajikan dalam bentuk argumen ihwal sebuah opini yang berkembang (sumber : infoplease.com).
Sedangkan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Esai (essay) merupakan karangan dalam bentuk prosa yang membahas dan mengekspresikan sebuah topik dari sudut pandang langsung penulisnya. Sedangkan dalam konteks ilmiah dan akademis, esai berarti komposisi sebuah prosa yang ditulis secara singkat namun sanggup mengekspresikan opini penulis mengenai sebuah topik.

Cara Menulis Essay (Esai) – Jenis


Terdapat setidaknya ada tiga jenis cara menulis essay yang umum digunakan, yaitu esay dalam bentuk naratif, deskriptif dan persuasif
  1. Esai Naratif (Narative Essay) merupakan jenis esai yang memaparkan sebuah cerita, misalnya menyerupai dongeng pengalaman atau insiden sejarah masa lalu, insiden yang gres saja terjadi, sedang terjadi dan telah terjadi baik yang dialami oleh penulis sendiri atau orang lain. Esai jenis ini secara terang menggambarkan sebuah inspirasi dengan cara bertutur/ berkisah yang diceritakan dan disajikan sesuai dengan kronologis insiden yang sebenarnya.
  2. Esai Deskriptif (Descriptive Essay) merupakan jenis esai yang menggambarkan detail tokoh, tempat, atau objek tertentu dengan sangat terang sehingga pembaca akan dibawa pada sebuah dimensi mental picture mengenai objek yang ditulis secara nyata. Esai ini ditulis dengan tujuan untuk memperlihatkan kesan positif mengenai daerah atau objek benda lainnya.
  3. Esai Persuasif (Persuasive Essay). Esai ini dibentuk untuk sanggup menyakinkan perasaan pembaca untuk mendukung sudut pandang yang dipakai oleh penulis mengenai suatu materi, tema atau objek yang diangkat sehingga pembaca sanggup dengan gampang mendapatkan semua rekomendasi dari penulisnya. Esai Persuasif bersifat mengajak pembaca untuk sanggup mengubah sudut pandang baca, memotivasi pembaca melalukan tindakan menyerupai apa yang ditulis penulis (call for paper). Esai Persuasif ini juga sanggup menggambarkan suatu jenis perasaan emosional.

Cara Menulis Essay (Esai) – Sistematika


Dalam menulis essay, ada sistematika tersendiri. Sistematika penulisan esai terbagi menjadi tiga bab utama, antara lain :
  • Pendahuluan. Berisi pemaparan latar belakang gosip yang sanggup mengidentifikasi subjek bahan yang dibahas dan pengantar subjek yang dinilai oleh penulis
  • Tubuh esai (essay). Bagian ini menyajikan dan memaparkan seluruh data dan gosip yang mengenai subjek atau topik yang diangkat
  • Kesimpulan. Bagian tamat dari esai yang akan memaparkan dan menjelaskan kembali ide-ide pokok yang sudah di bahas pada bab pertama dan kedua. Bagian ini juga mengandung ringkasan dari bab badan esai serta menambahkan beberapa point observasi mengenai subjek yang dinilai penulis.

Cara Menulis Essay (Esai) – Langkah Pembuatan


Untuk sanggup menciptakan dan menulis essay (esai) yang baik, maka essay (esai) ebaiknya ditulis sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan antara lain :
  1. Memilih dan memilih tema atau topik. Tahap ini menjadi tahap penentuan bagi pembuatan esai (essay). Penulis harus sanggup memilih tinjauan umum dari topik yang akan diangkat, dan juga harus bisa menganalisa topik secara khusus. Luasnya cakupan topik akan berefek pada bahasan topik yang lebih sempit dan spesifik sehingga menghasilkan bahasan topik yang mendalam dan berkarakter kuat.
  2. Membuat Outline. Outline merupakan garis besar ide-ide yang akan dibahas sehingga esai yang dibentuk akan terbih teratur, fokus, dan sistematis.
  3. Menuliskan Tesis. Pernyataan tesis ini merupakan pendapat penulis yang akan mencerminkan isi esai (essay) dan poin penting yang akan disampaikan secara singkat dan jelas.
  4. Menulis Tubuh Esai. Bagian ini didahului dengan menciptakan paragraf pembuka yang sebaiknya dibentuk untuk sanggup memancing minat baca orang lain. Penulis sanggup memperlihatkan data dan gosip yang menjadi citra untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan menambahkan anekdot yang bersifat persuasif dan mengundang minat baca. Selanjutnya penulis memulai dengan memilah poin-poin yang akan dibahas, merancang beberapa subtema untuk mempermudah pembaca memahami gagasan yang penulis angkat. Dari sana, penulis pun sanggup lebih gampang menyebarkan subtema yang telah dibentuk sebelumnya
  5. Membuat Paragraf Pertama. Bagian ini sifatnya hanya pendahuluan, yang berisi mengenai alasan atau latar belakang ditulisnya esai (essay) tersebut. Penulis pun sanggup memperlihatkan penjelasan, menggambarkan dan memperlihatkan pendapat secara menyeluruh untuk topik terplih.
  6. Menulis Kesimpulan. Bagian ini menjadi bab epilog dari sistematika penulisan esai. Penulisan kesimpulan dianggap sangat penting alasannya di bab ini lah penulis sanggup membentuk opini pembaca yang harus memperlihatkan kesimpulan pendapat dari gagasan penulis.
  7. Melakukan Editing. Tahap ini merupakan tahapan teknis yang tidak bisa dianggap sepele. Penulis harus membaca ulang semua tulisannya dan meneliti dengan seksama tata bahasa yang dipakai apakah sudah sempurna dan apakah terdapat perpaduan antar kaliamat yang logis atau mengalir dengan lancar. Jika ditemukan hal-hal yang kurang sesuai, maka penulis sanggup merevisi esainya.
Mengingat banyak manfaat dari menulis essay ini ada baiknya tips-tips diatas anda praktikkan mulai dari sekarang. Menulis essay sanggup kita gunakan dalam memberikan pendapat, inspirasi dan gagasan kita sehingga bermanfaat bagi orang lain, Bisa untuk mencari uang alasannya sering dilombakan. Menulis essay untuk mendaftar beasiswa atau menulis essay untuk mendaftar ogranisasi. Mari mencar ilmu dari Kiat menulis Essay (esay) yang Baik dan Benar di atas

Sumber http://wishwondersurprise.blogspot.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel