Tips Jitu Memaksimalkan Lensa Kit (18-55Mm)

Tips Jitu Memaksimalkan Lensa Kit (18-55mm) - Lensa Kit dikala ini ialah lensa yang paling banyak dipakai bagi para pengguna DSLR, hehe ya bagaimana tidak. Lensa kit ini pada umumnya ialah bawaan DSLR ketika gres beli. Oke teman syf malam ini kita akan sama-sama berguru bagaimana cara memaksimalkan semaksimal mungkin lensa kit ini.

Saat gres beli kamera lensa kit rasanya lebih dari cukup untuk mengambil gambar, yang penting sanggup jepret aja sudah cukup. Namun semakin kesini, semakin liat hasil dari karya fotografer, mulai merasa "kok mereka sanggup ngambil pemandangan selebar itu?", "kok sanggup sebokeh itu?" dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu lewat ketika melihat foto bagus.

Pada hasilnya mulai tau, ternyata lensa kit ini tidak sanggup untuk mengambil gambar selebar itu dan sebokeh itu. Yap, lensa kit (18-55mm) mempunyai batasan dalam focal length, dan lain sebagainya.

Mulai banyak keluhan yang muncul mengenai penggunaan lensa kit ini, memang pedoman yang salah.

Kenapa? lantaran lensa sebagus apapun, kalau usernya tidak sanggup menggunakannya, itu sama aja. Dan walaupun itu lensa kit, kalau usernya sanggup memakainya, akan menghasilkan karya yang bahkan luar biasa.

Dari sini kita yang masih hanya punya lensa kit tak usah kawatir, kita sanggup memanfaatkan lensa kit ini untuk meningkatkan skill dalam berfotografi, percayalah. Dengan mempercayai secara penuh kepada lensa kit ini, akan menghasilkan hasil yang lebih anggun dari sebelumnya.

Sekarang, mari kita simak ada tips apa saja untuk memaksimalkan lensa kit ini.
 Lensa Kit dikala ini ialah lensa yang paling banyak dipakai bagi para pengguna DSLR Tips Jitu Memaksimalkan Lensa Kit (18-55mm)

Tips Jitu Memaksimalkan Lensa Kit

1. Pahami secara penuh teknik segitiga exposure

Segitiga exposure ialah istilah yang dipakai untuk tiga elemen dasar dari exposure yaitu: aperture, shutter speed dan ISO. 

Masing-masing elemen ini saling terkait dalam mempengaruhi cahaya yang masuk mencapai sensor kamera untuk merekam foto, dimana disebut juga dengan exposure. 

Perubahan yang terjadi pada salah satu elemen exposure akan berdampak pada perubahan elemen yang lainnya. Ini berarti bahwa kau tidak sanggup hanya mengatur satu elemen saja, tapi perlu melibatkan elemen yang lain dalam membentuk exposure.

Untuk sanggup lebih memahami wacana exposure dan elemen-elemen pembentuk exposure, sanggup dianalogikan secara sederhana menyerupai jendela. 

Bayangkan kamera kau menyerupai sebuah jendela yang terbuka dan tertutup. 
Aperture ialah ukuran jendela, kalau ukurannya besar maka akan lebih banyak cahaya yang masuk dalam ruangan. 
Shutter speed adalah waktu berapa usang jendela akan terbuka, semakin usang kau membuka jendela maka semakin banyak cahaya yang masuk. 
Sekarang bayangkan kau berada dalam ruangan mengenakan kacamata hitam, mata kau menjadi tidak peka terhadap cahaya yang masuk melalui jendela – menyerupai itulah kondisi dalam ISO rendah.

Tips nomor 1 ini memang umum, semua lensa sanggup menggunakannya, tapi kalau kita benar-benar paham mengenai segitiga exposure ini akan lebih gampang untuk mengolah lensa yang kita punya.

2. Perhatikan jarak fokus

Model klasik untuk jarak fokus yang ideal dikala mengambil gambar biasanya sekitar 85 mm, tapi dengan menggunakan lensa kit, tentunya hal itu tidaklah mungkin untuk dijangkau. Itulah sebabnya, perlu mengatur panjang jarak fokus kau pada posisi 55mm atau lebih bersahabat dengan 55 semoga memudahkanamu dalam mengambil gambar. 

Namun, pada jarak fokus yang menyerupai ini, kita tidak akan sanggup menggunakan aperture maksimum dari lensa kit ini. Misalnya, dari f / 3.5 – akan berada di f / 5.6 atau bersahabat dengan itu – sehingga perlu menaikan ISO untuk menawarkan kesempatan menggunakan shutter speed yang cepat dikala mengambil gambar tanpa menggunakan tripod.

Ingat, jarak pandang yang sempit sanggup menolongmu untuk mengambil gambar dengan latar yang luas. Hal ini memungkinkan untuk menawarkan ruang yang cukup antara subjek dan latar belakang untuk memastikan bahwa sanggup membuat gambar dengan latar belakang kabur (blur) yang bagus. 

Memang benar bahwa salah satu faktor penentu dalam membuat imbas latar belakang kabur (blur) yang anggun ialah dengan memperhatikan jarak antara subjek dan latar belakang. Semakin jauh posisi subjek berada dari latar belakang yang hendak kau ambil, maka semakin anggun peluang untuk menciptkan imbas latar belakang kabur (blur) yang bagus. - foto.co.id

3. Harus kreatif

Kreatif ini satu hal yang sangat dibutuhkan di aneka macam bidang, apalagi dalam fotografi. Kita sebagai pemegang kamera harus pintar-pintar untuk menenutkan objek menyerupai apa, bagaimana dan harus diapakan objek itu. 

Dengan terus berlatih, maka akan terbiasa dan niscaya suatu dikala akan menghasilkan karya yang luar biasa. Makara walaupun kita menggunakan lensa kit, asalkan kita kreatif maka hasil tidak akan mengecewakan.

4. Sering motret

Sering-seringlah untuk mengambil gambar menggunakan lensa kitmu, dengan demikian akan terbiasa bagaimana cara memotret objek kaya gini, kalau objeknya kaya gitu harus gimana.. Jika sudah terbiasa maka akan terasa lebih gampang dan merasa puas walaupun masih menggunakan lensa kit.

Perbanyaklah koleksi album foto untuk melihat perkembangan dari teknik yang kita ambil menggunakan lensa kit. 

===

Nah mungkin dari aku segitu saja tipsnya, kalau kau punya tips lain yuk membuatkan disini. Kita masih sama-sama berguru kok.
Makara lensa kit memang murah, tapi soal kualitas tidak murahan. Yuk berguru lebih giat!

Belum ada Komentar untuk "Tips Jitu Memaksimalkan Lensa Kit (18-55Mm)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel