Sms Tausiyah Dakwah Dan Sms Ramadhan Edisi I

telah kami kumpulkan SMS Tausiyah Dakwah dan SMS Ramadhan, dan kami bagi dalam beberapa edisi untuk kali ini seseuai judul yakni SMS Tausiyah Dakwah dan SMS Ramadhan Edisi I. Karena banyaknya sms tausyiah yang berhasik kami rangkum jadi silahkn simak artikel-artikel kami mengenai sms-sms dakwah dan tausyiah ramadhan

Pahala dakwah sangatlah besar.
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berkata kepada Ali -Rodliallohu anhu- , yang artinya" Demi Allah, sungguh bila Allah memberi petunjuk satu orang disebabkan dakwahmu, itu lebi baik bagimu daripada unta merah."[HR Bukhori 2787].
Beliau juga bersabda," Barangsiapa mengatakan kepada kebaikan, maka ia akan menerima pahala semisal [pahala yang diterima] pelakunya."[HR Tirmidzi 2595].
Syaikh Abdusalam bin Barjas -rahimahullah- mengomentari hadits ini," Hendaklah orang muslim segera berlomba-lomba untuk mengejar keutamaan pahala ini." {lihat : al hujjajul qowiyyah 'ala anna wasaail d'wah taufiqiyah, hal 9].
Maka tidak mungkin jikalau amalan da'i yang cukup besar pahalanya ini bukanlah ibadah.

Meninggalkan dakwah dan nahi munkar bagi yang bisa akan diancam dengan adzab yang amat pedih. 
Dari Hudzaifah bin Yaman -rodliallohu anhu- Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,yang artinya," Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sungguh kalian harus memrintah yang baik dan menghentikan kemungkaran atau (bila tidak mau) hampir saja Allah akan mengirim kepadamu berupa adzab dari-Nya, kemudian engkau berdoa kemudian Allah tidak mengabulkan doamu." [HR Tirmidzi no 2095, ABu daud 3774, Ahmad no 22212, dan dishahihkan oleh Al Albani no 7070].
Tidaklah terjadi bahaya yang sangat keras melainkan lantaran melaksanakan pelanggaran ibadah, yaitu tidak berdakwah.

Jadi..Jangan hingga kita tidak berdakwah.
Dakwah tidak harus dengan ceramah, dengan mengorbankan Rp.150 untuk berkirim SMS tausiah - SMS Tausiyah Insya Allah kita akan mendapatkan pahala. Berikut ini ada beberapa SMS (SMS Tausiyah – SMS Dakwah – SMS Ramadhan – SMS Nasihat) yang saya kumpulkan dari aneka macam sumber Internet. Jika ada yang salah dari kandungan SMS di bawah ini mohon dikoreksi. Semoga Bermanfaat

Abu ‘Ashim :
“Semenjak saya ketahui bahwa ghibah (menggunjing orang lain) yaitu haram maka saya tidak berani menggunjing orang sama sekali (Tarikh Al-Kabir, 4/336).

Ibnu Mas’ud :
“Tidak ada anggota tubuh yang lebih perlu untuk dikekang dalam waktu lama, selaindari lisanku (Minhajil Qashidin, 215)

Abdullah bin Mas’ud:
“Orang beriman memandang dosa-dosanya seolah watu besar di puncak bukit, ia takut kalau-kalau menimpanya.” (HR. Bukhari: 5949).

Ka’ab Al-Ahbar:
“Menangis lantaran takut kepada allah lebih saya sukai daripada bersedekah dengan 2 kg emas. (Tarikhul Islam III/39).

“Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-Nya yang selalu merasa cukup dan berusaha menyembunyikan amalnya. (HR. Muslim. 2965).

Al-Ghazali :
“Berteman & Bergaul dengan orang baik akan mewariskan perilaku baik. Karena watak insan cenderung selalu memalsukan dan mengikuti (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42).

Umar bin Abdul Aziz :
“Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur kepada-Nya.” (Tazkiyah An Nafs 9 

“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dan bahwasanya darul abadi itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mukmin: 39).

Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, pasti ia mendapatkan pahala ibarat pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim)

“Sebaik-baik puasa sehabis Ramadhan yaitu puasa di bulan Allah (Muharram) & sebaik-baik shalat sehabis shalat wajib yaitu shalat malam.”(HR. Muslim, 1163)

Di samping puasa asyura tgl 10, disunnahkan juga untuk puasa tasu’a tgl 9 Muharram. Rasulullah: Insya Alloh tahun depan kita akan puasa hari ke-9.” (HR. Muslim, 1916)

Rasulullah: “Saya mohon kepada Alloh biar puasa Asyura (10 Muharram) menjadi penghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, 1976)

Salman: ”Orang yang banyak mencari fadhilah amalan sunnah tapi tidak menyempurnakan amalan wajib bagai pedagang yang rugi tapi ingin mencari keuntungan.” (Tanbihul Mughtarin: 159)

Hasan bin Sholih: “Mengerjakan kebaikan yaitu kekuatan di badan, cahaya di hati, dan sinar di mata.” (Hilyatul Auliya’ VII/330)

“Ya Tuhanku jadikanlah saya dan anak cucuku sebagai orang yang mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrohim: 40)

“Barangsiapa berangkat ke Masjid untuk sholat jama’ah maka satu langkah menghapus kesalahan dan langkah yang lain menulis satu kebaikan, pulang dan pergi.” (Sholih At-Yafghib: 229)

Sa’id bin Musayyib: “Barangsiapa bisa menjaga sholat lima waktu secara berjama’ah maka ia telah memenuhi daratan dan lautan dengan ibadah.” (Hilyatul Auliya’ II/160)

“Ya Allah, bahwasanya saya berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, doa yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal itu.” (Shohih An-Nasai III/1113).

Harist bin Qois: “Jia setan mendatangimu dikala sedang sholat, kemudian ia berkata, “Kamu pamer!” maka perpanjanglah sholatmu!” (Hilyatul Auliya’ IV/132).

“Sesungguhnya janjkematian itu sanggup melenyapkan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang dilipti oleh kenikmatan itu, oleh alasannya yaitu itu carilah kenikmatan yang tidak ada kematiannya (Abdullah bin Mutharif rahimahullah)
Sa’id bin Abdul Aziz: “Setiap kali saya bangun dalam sholatku, saya selalu terbayang-bayang neraka jahanam. (Hilyatul Auliya’ VII/274)

“Beramallah untuk duniamu sesuai keadaan tinggalmu di sana. Dan beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kekekalanmu di sana”. (Sufyan Ats Tsauri rahimahullah).

Muadz bin Jabal: “Jika kau sholat, maka sholatlah ibarat orang yang berpamitan. Jangan mengira bahwa kau akan kembali kepadanya untuk selamanya.” (Hilyatul Auliya’ I/234)

Hudzaifah: “Sesuatu yang pertama kali hilang dari agama kalian yaitu khusyu’ dan sesuatu yang paling terakhir hilang dari agama kalian yaitu sholat.” (Hilyatul Auliya’ “I/281)

“Mintalah derma kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan bahwasanya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS. Al Baqoroh: 45)

Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya yaitu ibarat perumpamaan antara orang yang hidup dan yang mati. (HR. Al Bukhari dan Muslim). Marilah kita membandingkan dalam satu hari, berapa jamkah kita menjadi jenazah dan berapa jam kita menjadi orang yang benar-benar hidup.

Abu Darda: “Jadikanlah ucapanmu dalam rangka berdzikir dan diammu dalam rangka berfikir serta renunganmu dalam rangka mengambil pelajaran.” (Al Aqdul Farid 3/110)

Ibnu Mas’ud: “Sungguh seandainya Allah mendapatkan dariku satu amalan, maka hal itu lebih saya sukai daripada emas yang memenuhi bumi.” (Kanzul Amal: 3/69 

Rasulullah: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak berkhasiat baginya.” (HR. Tirmidzi).

Janganlah kau meminta kebutuhanmu kepada anak Adam. Mintalah hanya pada yang pintu-Nya tak pernah tertutup. Allah akan marah jikalau kau meninggalkan bermohon kepada-Nya, sedangkan anak Adam akan marah jikalau kau memohon kepadanya. (Tazkiyatun Nafs: 55)

Jabir bin Zaid: “Aku lebih suka bersedekah satu dirham kepada anak yatim atau orang miskin daripada menunaikan ibadah haji setelah haji wajib.” (Hilyatul Auliya’: 3/89)

Hasan: “Carilah kenikmatan dalam tiga hal: Sholat, Al Qur’an, dan dzikir. Jika kau menemukannya maka teruskanlah dan bergembiralah.” (Hilayatul Auliya’: 6/171)

Shilan bin Farwah: “Aku menemukan bahwa perilaku menunda yaitu salah satu prajurit iblis yang telah banyak membinasakan makhluk Allah.” (Hilyatul Auliya’: 6/42)

Kholid bin Mi’dan: “Jika pintu kebaikan dibukakan untukmu maka bergegaslah menuju ke sana. Karena kau tidak tahu kapan pintu itu ditutup.” (Hilyatul Auliya’: 5/211)

Doa dari Al Qur’an: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.” (QS. Thaahaa: 25-27)

Yahya bin Mu’adz: “Dunia yaitu jembatan akhirat. Maka seberangilah ia dan janganlah kau menjadikannya sebagai tujuan.” (Siyaathul Quluub: 35)

“Barangsiapa yang ingin mendapatkan kelezatan iman, hendaklah ia menyayangi seseorang dengan tidak mencintainya kecuali lantaran Allah.” (Shalih Al-Jami’: 6163)

Yahya bin Mu’adz: “Seandainya logika sanggup melihat hiburan nirwana melalui mata imannya, pasti akan leburlah jiwa ini lantaran rindu kepadanya.” (Siyaathul Quluub: 34)

Yahya bin Mu’adz: “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, pasti akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.” (Siyaathul Quluub: 33)

“Dan kebaikan apa saja yang kau perbuat untuk dirimu pasti kau memperoleh akhirnya di sisi Allah sebagai tanggapan yang paling baik dan paling besar pahalanya.” (QS. Al Muzzammil: 20)

“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (yang bersifat sementara) dansesungguhnya darul abadi itulah negeri yang kekal.” (QS. Al Mu’min: 39)

Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, pasti ia mendapatkan pahala ibarat pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Allah menyayangi hamba-Nya yang selalu takwa, selalu merasa cukup, dan berusaha meyembunyikan amalnya.” (HR. Muslim, 2965)

Wahab bin Munabih: “Waspadalah terhadap hawa nafsu yang dituhankan, sahabat yang jahat, dan keterpukauan dengan diri sendiri.” (Siyaru Alaamin Nubala IV: 549)

Rasulullah: “Sesungguhnya Allah menyayangi seorang hamba yang bertakwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR. Muslim)

Ibnul Jauzi: “Waktu akan semakin berharga bila dijaga dengan baik, tapi saya melihat waktu itu sesuatu yang paling gampang dilalaikan.” (Thabaqat Hanabilah I: 281)

Raghib As-Sirjani: “Indikasi terkabulnya doa yaitu semakin ringan berinfak shalih, tertarik dengan segala ketaatan, selalu berhasrat untuk berbuat baik, takut tanggapan maksiat, dan tersentuh dikala mendengar bacaan Al-Quran, hadits, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.” (Risalatui ila shabab Al Ummah)

Ibnu Mubarak: “Aku melihat dosa-dosa mematikan hati. Sungguh melakukannya terus-menerus akan membuahkan kehinaan.” (Ashirul Maknun fi riqratil qulub, 53)

Rasulullah: “Tanda –tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berkata bohong, jikalau berjanji ia mengingkari, dan jikalau dipercaya ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Berlomba-lombalah kau kepada ampunan Rabbmu dan nirwana yang luasmnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. Al Hadid: 21)

Ibnu Mubarak: “Berapa banyak amalan kecil menjadi besar pahalanya lantaran niat dan berapa banyak amalan besar menjadi kecil pahalanya lantaran niat pula.” (Jami Ulum wal Hikam, 12)

Rasulullah: “Waspadalah terhadap sifat dengki lantaran bahwasanya dengki itu sanggup memakan pahala kebaikan. Seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

Umar bin Khotob: “duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, bahwasanya mereka menimbulkan segala sesuatu lebih berfaedah.” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71)

Umar bin Khotob: “Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, saya tak tahu mana yang harus saya kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)

Rasulullah: “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.” (HR. At Tirmizi)

Umar bin Khotob: “Sesungguhnya kita yaitu kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya.” (Ihya’ Ulumuddin 4/203)

Rasulullah: “Kebaikan yaitu adat yang baik dan dosa yaitu sesuatu yang tersembunyi di hatimu dan kau tidak suka jikalau orang lain mengetahuinya.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya jikalau kau bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jikalau kau mengingkari nikmat-Ku, maka bahwasanya azabku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Rasulullah: “Sesungguhnya Allah merasa puas terhadap hamba-Nya yang bila makan selalu memuji-Nya dan bila minum juga selalu memuji-Nya.”(HR. Muslim)

Abu Hurairah: “Jadilah orang yang selalu puas dengan rizki Allah, pasti engkau akan jadi orang yang paling bersyukur.” (Ibnu Majah: 4217)

Hasan Al Bashri: “Perbanyaklah untuk menyebut nikmat-nikmat ini, lantaran menyebut nikmat itu merupakan bentuk syukur.” (Kaifa Tasyakuru An-Ni’am: 3 

Umar bin Khattab: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, lantaran hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan.” (Shifatush Shafwah, I/286)

“Ya Allah, bantulah Aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah secara baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud II/ 76)

“Hendaknya seorang hamba selalu berharap cemas kepada Allah, jangan merasa berjasa pada Allah dan jangan pernah frustasi dari Rahmat-Nya.” (Tahzibul Hilyah I/ 60)

Rasulullah: “Orang bijak yaitu orang yang menghitung dirinya (menghisab/interopeksi diri) dan berinfak untuk kehidupan sehabis mati.” (Jami’ At-Tirmidzi: 2459)

Rasulullah: “Barangsiapa memberi fasilitas kepada orang dalam kesulitan, pasti Allah memberi fasilitas di dunia dan akhirat.” (Shahih At Targhib wat Tarhib: 69)

“Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka bahwasanya Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan bahwasanya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 3)

“Cobaan demi cobaan senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada diri dan anaknya hingga ia bertemu Allah pada hari tamat zaman tanpa membawa kesalahan.” (Jami’ At Tirmidzi : 2399)

“Tidak ada petaka yang menimpa seorang muslim melainkan Allah hapuskan dosanya, hingga duri yang menusuknya sekalipun.” (HR. Bukhari : 5640, Muslim : 2572)

Abu Bakar Ash Shiddiq : “Ketika saya mengingat jago surga, saya bergumam : “Aku takut jangan-jangan saya tidak termasuk pecahan dari mereka.” (Tahdzibul Hilyah, 1/ 60)

Hudzaifah bin Yaman : “Sesungguhnya fitnah selalu ditampakkan kepada hati, jikalau hatimu merasa bahagia dengannya maka satu titik hitam digoreskan padanya dan jikalau ia ingkari maka satu titik putih diletakkan padanya.
HAYYAkumullah 

“Suatu kebaikan tidak akan sempurna, tanpa tiga hal :
1. Menganggapnya kecil.
2. Menyegerakan melakukannya.
3. Menyembunyikannya.” (Mukhtashar Minhajil Qashidin, 51)
4. Sungguh-sungguh dalam beramal
(Syarah Tsalatsatul Ushul, Ibnu Utsaimin)

Ziyad bin Amru : “Semua insan tidak menyukai janjkematian dan pedihnya luka. Akan tetapi insan berbeda-beda derajatnya dengan kesabaran.” (Ash Shabr, 44).

Al Hasan Al Bashri : “Hai Bani Adam, janganlah kalian menyakiti orang lain dan jikalau kalian disakiti, maka bersabarlah !” (Ash Shabr, 26).

“Laki-laki dan wanita yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan bagi mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 35)

Rasulullah: “Kemenangan selalu bersama kesabaran, setelah kesusahan pasti ada kesenangan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.” (HR. Ahmad I/307)

“Ya, Allah, berilah saya manfaat terhadap apa yang Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah saya apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmuku.” (Ash-Shahihah, 1511)

Rasulullah: “Hikmah yaitu milik muslim yang hilang, dimana saja ia menemukannya, maka ia berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi, 2611)


Alhamdulillah, demikianlah kumpulan tausyiah yang kami rangkum dalam SMS Tausiyah Dakwah dan SMS Ramadhan Edisi I, untuk selanjutnya kami akan rangkumkan kembali dalam artikel yang berjudul SMS Tausiyah Dakwah dan SMS Ramadhan Edisi II

Sumber http://wishwondersurprise.blogspot.com

Belum ada Komentar untuk "Sms Tausiyah Dakwah Dan Sms Ramadhan Edisi I"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel